PERJAMUAN KUDUS

PERJAMUAN KUDUS

Oleh :

Pdt.Dr.Yahya Laudeng,M.Th

  1. Awal dari dimulainya Perjamuan Kudus di kalangan Kristen/ Gereja yaitu sebelum Yesus ditangkap dan disalibkan, Yesus bersama dengan murid-murid-Nya pada malam perayaan Paskah orang Israel, mereka merayakan Paskah di sebuah rumah tidak jauh dari kota Yerusalem.  Kita dapat baca dalam Matius 26:17-29, khusus ayat 26-28 penetapan Tuhan Yesus tentang Perjamuan Kudus.  Di katakan  bahwa ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan  berkata :  “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku”. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata:  “Minumlah, kamu semua dari cawan ini.  Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.”  Seterusnya Yesus mengatakan bahwa mulai dari saat itu Ia tidak dapat meminumnya  lagi dari hasil pokok anggur;  maksudnya pokok biasa, karena saat itu Ia akan ditangkap dan dibunuh, ditumpahkan darahNya di kayu salib di Bukit Golgota.

Anggur yang melambangkan darah Yesus yang merupakan darah perjanjian yang ditumpahkan untuk pengampunan dosa.  Darah perjanjian maksudnya seperti yang di janjikan dalam perjanjian lama seperti yang tertulis dalam Imamat 17:11 yang dikutip oleh penulis surat Ibrani dalam Ibrani 9:22 “dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan”, lalu kita baca lagi di dalam kitab  Wahyu 13:8 “dan semua orang yang diam diatas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih” dan Efesus 1:7 “Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karuniaNya”.

  1. Apa makna Perjamuan Kudus bagi Iman kristen ?
  1. Mari kita baca I Kor 11:23-29.  Perhatikan kata-kata dalam ayat 24, 26 “menjadi peringatan akan Aku…” artinya untuk memperingati tentang kematian Yesus Kristus di kayu salib yang sangat mengerikan dan dengan penumpahan darah-Nya itu, karena Ia menerima penghukuman sebagai ganjaran bukan karena dosa-Nya tetapi karena Ia mengambil alih dosa-dosa umat manusia (kita), sehingga barangsiapa yang percaya ia tidak dihukum lagi melainkan sudah menerima pengampunan serta menerima dan memiliki hidup yang kekal, sehinga nanti ia berakhir di dnia ini  ia tidak akan masuk neraka tetapi masuk Surga. Hal ini harus di ingat dan di imani dengan selalu diperingati melalui Perjamuan Kudus sampai Tuhan Yesus datang pada kali yang kedua.
  2. Bahwa melalui peringatan tersebut, kita memberitakan Injil-Nya yaitu berita tentang pengampunan dosa melalui pengorbananNya, penumpahan darah-Nya sampai Ia datang lagi dalam kemuliaan-Nya.  Inilah makna Perjamuan Kudus yang sesungguhnya.

2. Syarat untuk mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus.

  1. Syarat di dalam Perjanjian Lama, Keluaran 12:29-42 menuliskan tentang peristiwa yang terjadi tengah malam, dimana terjadi pembunuhan besar-besaran diseluruh tanah Mesir, kematian semua anak sulung baik anak sulung Firaun, dan seluruh anak sulung  orang Mesir termasuk pendatang, dalam tahanan dan juga hewan.  Karena itulah Firaun dan seluruh orang Mesir menyuruh / memerintahkan orang Israel pergi untuk beribadah kepada Allahnya orang Israel, karena sudah tidak tahan dengan tulah yang ke-10 ini.

Orang Israel keluar membawa kekayaannya termasuk kambing domba dan sapinya.  Mereka juga di anugerahi oleh orang Mesir, emas  yang banyak.  Mereka berada di Mesir selama 430 tahun dan mereka yang keluar itu berjumlah  + 600 ribu orang.  Mereka disebut pasukan Tuhan.  Mereka dipimpin/ dituntun oleh Tuhan dengan tiang awan yang melindungi mereka dari panas terik matahari dan tiang api sebagai suluh pada malam hari.

Keluaran 12:42-50 penetapan dari Tuhan mengenai Paskah itu: Peraturan-peraturan itu sebagai  berikut ini:

  1. Orang asing yang non Israel tidak boleh makan Paskah;
  2. Seorang budak belian juga tidak boleh makan, kecuali sudah disunat seperti orang Israel;
  3. Orang pendatang dan upahan tidak boleh memakannya;
  4. Paskah dimakan dalam 1 rumah;
  5. Daging paskah tidak boleh dibawa keluar rumah;
  6. Tulang domba paskah tidak boleh dipatahkan;
  7. Seluruh orang Israel harus merayakan Paskah;
  8. Orang asing yang sudah lama berada di tengah-tengah orang Israel boleh makan, asal sudah disunat;
  9. Orang Israel dan pendatang yang sudah lama di Israel berlaku hanya satu hukum buat semua.
  10. Syarat di dalam Perjanjian Baru di dalam  IKor 11:27-29.  Ayat 27 mengatakan : “Jadi barang siapa yang tidak layak makan atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.” Artinya orang yang belum mengerti, yang belum mengakui atau beriman terhadap pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib / percaya, orang inilah  yang disebut tidak layak.  Kemudiann  ia ambil  makan, dan minum anggur maka sebagai akibatnya Adalah ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan selanjutnya di ayat 29 Firman Tuhan berkata :” Karena barang siapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya”.  Bahkan ditegaskan di ayat 30, Sebab itu banyak diantara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. Inilah hukumanya bagi orang yang melanggar ketetapan Tuhan.

Oleh sebab itu sebelum seseorang mengikuti / mengambil roti dan anggur terlebih dahulu ia menguji diri sendiri; di ayat 28 dikatakan :”Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri, dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu itu.”

Jadi baik di dalam Perjanjian Lama maupun di dalam Perjanjian Baru persyaratannya sama.

Jadi anak-anak, orang yang ber-KTP Kristen apalagi orang yang belum mengaku Kristus, tidak boleh makan Perjamuan Kudus.   Roti dan  dan anggur  tidak boleh diobral untuk dijadikan obat.  Bandingkan dengan Keluaran 12:46 yang menjelaskan bahwa daging Paskah itu tidak boleh sedikitpun dibawa keluar rumah.  Kel 12:44, 48 mengatakan bahwa  siapa pun yang tidak disunat tidak diperbolehkan makan Paskah.

3. Maka yang menjadi pertanyaan penting  adalah :

  1. Apakah anak-anak yang belum mengerti tentang makna kematian Tuhan  Yesus, atau percaya Tuhan  Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya secara pribadi  diperbolehkah untuk  ikut ambil bahagian dalam perjamuan Tuhan ( makan roti dan minum anggur ) ?
  2. Apakah orang yang belum pernah mendengar Injil boleh ikut perjamuan Tuhan   (makan roti dan minum anggur) ?
  3. Kecuali jemaat yang sakit berat tidak bisah jalan secara permanen atau di rumah sakit.   Bolehkah roti dan anggur dibawa keluar dari rumah Tuhan tanpa tujuan yang jelas ?
  4. Dan apakah orang Kristen boleh jadikan roti dan anggur sebagai obat  atau pelindung bagi dirinya, dan rumahnya ?.
  5. Makna dari Perjamuan Tuhan ( Kudus)

Di dalam Injil  Yohanes 6:51-58.  Bahwa dengan makan roti dan minum anggur Perjamuan Kudus bermakna iman kristen bahwa :

  1. seolah-olahkita makan daging dan minum darah Yesus Kristus untuk menjamin kehidupan kita yang kekal atau roti dan anggur itu merupakan lambang dari tubuh dan darah Yesus.
  2. bagi iman Kristen  yaitu kita masuk dalam persekutuan kita dengan Kristus, artinya :
  • bahwa Dia di dalam kita dan kita di dalam Dia. Inilah rahasia kehidupan kekristenan yang sejati.
  • Bahwa hidup yang lama kita sudah disalibkan bersama dengan Kristus, mati bersama Kristus dalam hidup yang lama yang penuh dosa dan hidup bersama Dia didalam kebangkitan-Nya dalam hidup yang baru (II Kor 5:17; Roma :1-9). Hidup yang lama dipersekutukan dengan kematian Kristus, dalam kematian-Nya dikubur bersama Dia (lambang baptisan selam), dibangkitkan bersama denganKristus dan masuk ke dalam hidup yang baru (lambang keluar dari air).
  1. Nisbah Paskah dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Paskah dan Perjamuan Kudus tidak dapat dipisahkan karena terkait satu dengan yang lain.

Paskah merupakan  simbol/ bayangan tentang Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah, yang adalah penggenapan Paskah yang telah menyelamatkan orang Israel dari perbudakan Mesir.

Perjamuan Kudus merupakan perayaan Paskah dalam Perjanjian Baru, menggantikan perayaan Paskah dalam Perjanjian Lama.

Anak domba yang tak bercacat yang dikorbankan pada hari Perayaan Paskah adalah merupakan perlambang Yesus Kristus yang dikorbankan untuk menebus dosa-dosa dunia (manusia).

Perhatikan seruan Yohanes Pembabtis di padang belantara dekat sungai Yordan, ketika itu Yesus berada di tengah-tengah orang banyak, dan disaat itu Yohanes Pembabtis berdiri dan menunjuk kepada Yesus serta berseru-seru: Lihatlah Anak Domba Allah yang mengangkut dosa dunia” (Yoh 1:29) dan di dalam Perjanjian  Baru,  banyak kali menyebut Yesus Kristus  sebagai Anak Domba     ( Allah ).

Apa artinya sebutan itu ?

Pertama, kita baca di dalam kitab Kejadian 3:21.  Tuhan menumpahkan darah binatang yang tidak berdosa,  membunuh atau mencabut nyawa binatang dengan kata lain menghukum mati binatang yang tidak berdosa, Tuhan mengambil kulitnya dan Tuhan memakaikannya kepada Adam dan istrinya Hawa yang pada saat itu merasa malu dan telanjang karena dosanya,  mereka telah kehilangan Kemuliaan Allah, sudah terpisah dan mati dalam dosanya di hadapan Allah.

Maka Allah sendiri yang berusaha untuk melindungi kemaluan mereka  dengan kulit binatang sehingga kembali diperkenan oleh Allah, walaupun manusia itu harus menjalani kematian jasmani.  Binatang yang tidak berdosa ini menjadi simbol Yesus Kristus yang tidak berdosa dijadikan dosa supaya jubah kebenaran-Nya dipakaikan kepada manusia yang berdosa yang percaya sehingga manusia yang berdosa dinyatakan benar oleh Allah karena kebenaran Kristus.  Kita yang percaya atau yang beriman kepada Yesus Kristus dibenarkan karena iman kita kepada-Nya.  Itulah yang membuat  kita Selamat dari neraka dan boleh masuk Surga, ketempat Tahta Allah Yang Maha Suci.

Kedua, Keluaran 12:1-28; 29-42; 43-50.  Pada bagian ayat-ayat ini kita akan memperhatikan beberapa hal yang penting, antara lain:

  1. Perayaan Paskah ditetapkan sebagai hari raya yang penting bagi Bangsa Israel sebagai hari raya nasional. Sekaligus menjadi tahun kalender bagi orang Israel sebagai tanggal 01-01-01.
  2. Syarat bagi perayaan Paskah:
  • Dipilih anak domba atau kambing jantan umur setahun yang tidak bercacat cela.
  • Darahnya disapukan pada kedua tiang pintu dan ambang atas pintu;
  • Dibakar komplit/ utuh, tulang dibakar habis, dagingnya pun dimakan habis;
  • Malam itu orang Israel harus bersiap keluar dari perbudakan di tanah Mesir ;
  • Perayaan Paskah ditetapkan dan dirayakan selama 7 hari dari tanggal 14-21 setiap tahun;
  • Tidak boleh makan ragi bahkan tiap rumah harus bersih dari ragi;
  • Tanggal keluarnya orang Israel dari Mesir itu, merupakan hari proklamasi kemerdekaan bangsa Israel yang mereka rayakan setiap tahun hari raya Paskah;
  • Peristiwa sejarah ini harus diabadikan bagi generasi penerus bangsa Israel;
  • Satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu: tatkala tulah ke-10 yang menimpa Mesir ini, dimana terjadi pembunuhan anak sulung manusia dan termasuk binatang, maka Malaikat Pembinasa yang mendatangi semua rumah di Mesir untuk membunuh anak-anak sulung, maka jika malaikat maut itu melihat darah yang ada pada tiang pintu dan ambang pintu, maka Malaikat maut itu melewatinya, itu berarti tidak ada penghukuman bagi keluarga dalam rumah itu. Hal ini berarti  SELAMAT  dari maut.

Peristiwa sejarah seperti yang kita baca ini adalah suatu peristiwa yang bermakna simbolis yang menunjuk  kedepan yaitu kepada kedatangan Yesus Kristus  sebagai Anak Domba Allah yang akan dikorbankan di kayu salib di atas Bukit Golgota, karena dosa manusia, darah-Nya ditumpahkan sebagai jalan pengampunan dosa, sehingga orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yesus mati tetapi pada hari yang ketiga Ia bangkit dari antara orang mati, mengalahkan maut dan memproklamasikan kemenangan-Nya atas maut yang memperbudak dan mengancam manusia. Ia hidup dan menampakan diri kepada murid-murid-Nya, kepada orang banyak, dan  Ia telah naik ke surga dan menyediakan tempat bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Yesus bangkit pada hari yang pertama pada hari Minggu sehingga hari Minggu merupakan hari perhentian, hari ibadah bagi orang percaya, yang merupakan hari proklamasi kemenangan atau kemerdekaan dari maut.

Jadi semua manusia yang percaya kepada Tuhan, baik manusia Perjanjian Lama maupun manusia Perjanjian Baru, semuanya diselamatkan melalui korban tebusan Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah.  Manusia Perjanjian Lama yang beriman melihat kedepan, dan  manusia Perjanjian Baru melihat kebelakang dengan iman kepada Yesus Kristus yang tersalib itu, maka baik manusia Perjanjian Lama maupun manusia Perjanjian Baru sama-sama  diselamatkan hanya oleh karena iman kepada Yesus Kristus  Anak Domba Allah yang mengangkut dosa isi dunia.    Jadi benar dan genaplah  yang tertulis di dalam  Alkitab :

1.Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal;   

2.Yohanes 14:6  Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku;

3.Kisah Para Rasul 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.

4.Ibrani 9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Maka Firman Tuhan   tergenapi.  A  m i  n.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Copy Paste, Tuhan Memberkati
WhatsApp Chat disini (Klik)