Ketika Lisan Lebih Hebat Daripada Akal

Ketika Lisan Lebih Hebat Daripada Akal

Oleh

Soarota Zebua

STT Immanuel Nusantara

‘’Tong kosong nyaring bunyinya’’ mungkin peribahasa ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita, yang mungkin bisa di artikan degan sederhana bahwa sama dengan orang yang banyak bicara tapi otaknya kosong. Peribahasa ini sering nyata dalam kehidupan orang-orang yang di sekitar kita. Hal ini akan sering kita jumpai sebab Manusia adalah makhluk sosial yang merupakan makhluk yang berhubungan secara timbal-balik dengan manusia lain, dengan kata lain manusia saling berinteraksi dengan manusia lain-nya untuk menjaga keutuhan masyarakat. Salah satunya yaitu berinteraksi dengan cara berkomunikasi. Tetapi kadang kala lewat komunikasi dapat menimbulkan masalah, bukan hanya itu tapi bisa juga menimbulkan perpecahan dalam kelompok, bahkan lebih ekstirimnya bisa menimbulkan perkelahian. Ini disebabkan oleh komunikasi yang salah dimana ketika berdialog/berdebat dengan hanya mengandalkan lisan tetapi di dukung dengan akal yang berilmu karena orang yang berilmu mengeluarkan perkataan yang membangun dan isinya solusi tetapi orang yang tidak punya akal yang berilmu akan mengeluarkan perkataan yang menimbulkan masalah.

Dalam kehidupan percaya sering terjadi perpecahan dalam gereja/ persekutuan ini di akibatkan oleh perkataan-perkataan yang keluar dari mulut orang yang hanya mengandalkan lisan daripada akal, bukan memberi solusi dengan masukan yang membangun tetapi malah menimbulkan masalah. Seharusnya anak-anak Tuhan dalam perkataanya membawa damai, perkataan yang meneguhkan, perkataan yang memotivasi. lalu bagaimana pandagan Alkitab mengenai hal ini ?

Dalam Alkitab menjelaskan bahwa orang yang hanya mengandalkan lisan tanpa di dukung oleh akal yang berilmu atau tong kosong nyaring bunyinya adalah suatu kesalahan dan itu dosa di mata Tuhan.

  • Orang yang hanya mengandalkan lisan tapi tidak di dukung oleh akal yang berilmu adalah ‘’orang bodoh’’.

’Orang yang bodoh banyak bicaranya, meskipun orang tidak tahu apa yang akan terjadi, dan siapakah yang akan mengatakan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?’’ ( Pengkhotbah 10:14).  dalam konteks ini penulis kitab berbicara bahwa orang yang berhikmat sering kali di abaikan oleh kebodohan, dalam konteks ini penulis surat mengatakan bahwa bahasa/ perkataan merupakan salah satu cara/jalan damai yang terbaik untuk di lakukan dalam menyelesaikan suatu masalah/ persoalan. Orang bodoh menunjukkan kebodohannya dengan bicaranya yang banyak tentang hal-hal, yang masa depannya tidak di ketahuinya sama sekali (ay. 14). Jalan-jalannya sebodoh perkataan-perkataannya.  Jadi ketika ada persoalan yang harus di selesaikan dengan baik,  pengkhotbah katakan bahwa salah satu cara/jalan damai yang terbaik adalah melalui perkataan yang berhikmat/berilmu sehingga tidak menimbulkan persoalan/ masalah lagi. Tetapi orang yang hanya berkata-kata tanpa ada hikmat dalamnya adalah orang yang bodoh yang semakin memperbesar masalah. Dan ini adalah kesalahan di hadapan Tuhan.

  • Orang yang bicaranya lebih kuat dari pada akalnya adalah orang yang tidak ‘’berakal budi’’

Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya berakal budi. (Amsal 10:19).  Pengamsal mengatakan bahwa orang yang banyak bicara pasti banyak pelanggaran tetapi orang yang berkal budi menahan perkataanya. Jelas sekali firman Tuhan mengkehendaki kita sebagai anak-anak Tuhan tidak sembarangan berbicara, firman Tuhan mau kita supaya berkal budi. Orang yang berakal budi pasti berhikmat untuk berbicara dan itulah kesukaan Tuhan bagi kehidupan kita sebagai orang percaya, karena kenapa maksud pengamsal mengatakan hal demikian adalah orang yang banyak berbicara banyak menimbukkan kejahatan perkataan dan kejahatan perkataan adalah sama halnya dengan dosa perkataan. Jika sudah berdosa lewat perkataan ini adalah sama juga dengan dosa lidah yang terdapat dalam ‘’yakobus 3’’. Yakobus juga melarang orang percaya untuk tidak melakukan dosa lewat lidah mereka. ‘’dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah (yt. 9), dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini saudara-saudaraku tidak boleh demikian terjadi (Ay. 10). Jadi jelas bahwa kesalahan yang di sebabkan oleh perkataan, adalah dosa di hadapan Tuhan.

  • Orang yang perkataannya lebih kuat dari pada lisannya adalah orang yang ‘’tidak berpengetahuan dan tidak memiliki pengertian’’.

Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin, (Amsal 17:27). Disini pengamsal menjelaskan bahwa orang percaya harus menunjukkan pengetahuannya lewat perkataan dan perbuatannya. Dan harus berkepala dingin yang artinya harus memiliki tempramen yang tenang sehingga tidak  gampang emosi dan mengeluarkan perkataan-perkataan yang tidak membangun orang lain. dalam pasal 25: 11 juga menjelaskan bahwa ‘’perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak’’. Ini adalah sebuah kiasan yang mejelaskan tentang bagaimana seharusnya orang yang memiliki pengetahuan dan ilmu berkata-kata, berkata pada saat yang tepat yang membawa kedamaian, solusi dan perkataan yang membangun bagi orang lain.

Jadi kita sebagai orang percaya mari kita saling membangun lewat perkataan, saling menguatkan satu sama lain, sebab Tuhan mengkehendaki kita untuk menjaga perkataan kita supaya tidak menimbulkan masalah, perselisihan, diantara sesama anggota Tubuh Kristus. Karena kesukaan Tuhan bagi manusia adalah memperkatakan Firman Tuhan.  lisan lebih hebat dari pada akal adalah dosa di hadapan Tuhan tetapi lisan yang penuh akal yang berhikmat dan berilmu adalah mendatangkan kebaikan dan kesukaan bagi Tuhan.

Referensi:

Alkitab Terjemahan Baru, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2010

Pfeiffer F. Charles. (2004). The Wycliffe Bible Commentary volume 2. Jawa Timur: Gandum Mas

https://id.wikipedia.org/wiki/Makhluk_sosial

Bullock Hassel. C. (2014). Kitab-kitab Puisi dalam Perjanjian Lama. Jawa Timur: Gandum Mas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Copy Paste, Tuhan Memberkati
WhatsApp Chat disini (Klik)