Pengakuan Yang Berharga

Pengakuan yang berharga

Oleh : Janwardi Tamsar (Mahasiswa Semester IX)

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI IMANUEL NUSANTARA

 

Sudakah ada pengakuan yang anda ucapkan?

Apakah, ketika anda berbuat kesalahan, anda bersikeras untuk mempertahankan argument anda yang sebenarnya anda tahu bahwa yang anda perbuat itu adalah salah? Ok,,,,, kalau hanya anda yang tahu, mungkin anda bisa mempertahankan kesalahan anda dengan tidak mengakuinya, bagaimana kalau seandainya orang disekitar anda juga tahu tentang apa yang anda  perbuat, apakah anda tetap mempertahankan argument anda? Dan yang lebih fatalnya lagi apakah anda sadar bahwa Tuhan mengetahui apa yang anda perbuat? Ketidaksadaran seperti inilah yang sering membuat manusia rela melakukan apa saja (berbuat dosa), untuk melindungi atau membebaskan dirinya dari kesalahannya.

Ada beberapa alasan yang sering di temui, mengapa seseorang sangat susah untuk mengakui kesalahannya.

  1. Merasa malu ketika aibnya terbongkar
  2. Gengsi terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya
  3. Tidak sadar bahwa yang dia perbuat itu adalah dosa (akibat dosa adalah maut) (Roma 6:23) atau sebaliknya, dia sadar bahwa dia salah (dosa)  tapi tidak mau mengakuinya.

Contohnya, dalam satu komunitas Kristen ada seorang pendeta yang berkhotbah tentang dosa yang pada umunya sering dilakukan oleh manusia seperti: menipu, mencuri,berbohong, onani, masturbasi, kepahitan, homoseksual,  dll. Di akhir khotbah tersebut pendeta mengadakan altarkol untuk mendoakan orang-orang yang hadir pada saat itu. Namun hanya sebagian orang yang mau maju dan mengakui kesalahannya di hadapan Tuhan. Namun,  ada juga sebagian orang yang malu bahkan gengsi mengakui dosa-dosanya di hadapan Tuhan dan di depan banyak orang, bahkan ada sebagian orang yang takut aibnya terbongkar, yang menjadi persoalannya apa gunanya kita bertahan dalam dosa kita?

Firman Allah berkata dalam “Yesaya 59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu adalah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” yang artinya bahwa, ketika kita tetap bertahan dalam dosa-dosa kita, maka  sesungguhnya kitapun jauh dari Allah. bukan hanya sekedar jauh tetapi Allah sendiripun menyembunyikan diri dari kita,  kita tidak akan mengalami hubungan yang dekat dengan Tuhan, dan akibatnya kita tidak memperoleh  pengampunan dan pemulihan dari Allah, melainkan kita akan tetap berada dalam cengkraman dosa. Dan akibat dari dosa-dosa kita adalah Maut (hukuman kekal) Roma 6:23.

Sudahkah anda tahu apa yang harus anda lakukan untuk mengatasi dosa anda?

Sudahkah anda tau kepada siapa anda datang ketika anda melakukan dosa?

Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 1:9 menyatakan bahwa, “jika kita mengaku dosa kita maka Ia (Yesus) adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyukcikan kita dari segala kejahatan”.

Pengakuan anda sangatlah berharga, Mengapa berharga?

  1. Ketika kita mengaku dosa, maka kita memperoleh pengampunan dan pendamaian dengan Allah.

Memperoleh pengampunan artinya kita memperoleh pendamaian dan pebebasan dari hukuman atau tuntutan apapun.  Jadi pengakuan kita sangatlah berharga, karena ketika kita mengaku dosa di hadapan Tuhan maka kita memperoleh pengampunan yang dari Allah dan kita tidak menjadi hamba dosa karena sudah diampuni oleh Allah.

  1. Ketika kita mengaku dosa, maka kita memperoleh penyucian (yaitu penghapusan) kesalahan dan pembinasaan kuasa dosa supaya kita dapat hidup kudus.

Memperoleh penyucian artinya dibersihkan, tidak najis lagi.  sebelum kita mengaku dosa, maka kitapun menjadi hamba dosa, tetapi ketika kita mengaku maka kita kembali di bersihkan, dibuatnya menjadi tidak najis lagi. Semua dosa yang sudah kita akui akan dihapuskan dari hidup kita dan dari kitab kehidupan seperti yang terdapat dalam kitab Wahyu. Dan kuasa dosa tersebut dibinasakan oleh Allah dari hidup kita agar kita dapat kudus dihadapan-Nya.

Banyak sekali manusia yang tidak memahaminya, sehingga gengsi yang menjadi pilihan mereka untuk melindungi Diri. Secara tidak sadar mereka hanya terlindung dari manusia yang berdosa, yang tidak bisa berbuat apa-apa atas kehidupan mereka.

Seandainya anda disuruh memilih terlindung dari manusia atau  terlindung dari Allah?

Mari kita renungkan bersama, kalau memilih terlindung dari Allah, maka kita harus memiliki pengakuan, agar kita bisa dekat dengan Allah dan hidup dalam tuntunan Allah.

Kalau lebih memilih terlindung dari manusia maka kita harus siap terus-menerus menjadi hamba dosa, dan tidak akan medapat pengampunan dari Allah.

Dengan demikian apakah anda tetap bertahan dalam keberadaan anda yang gengsi dan malu itu? Silahkan tentukan pilihan-Mu.

 

 

Referensi

  1. Alkitab penuntun hidup berkelimpahan; 2012, penerbit Gandum Mas, malang.
  2. KBBI (kamus besar bahasa Indonesia)
  3. Alkitab, penerbit LAI. jakarta

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Copy Paste, Tuhan Memberkati
WhatsApp Chat disini (Klik)